Kamis, 02 April 2009

Perbedaan ilmu dan filsafat pendidikan islam


1. Apakah persamaan dan perbedaan ilmu pendidikan islam dan filsafat pendidikan islam?
Jawab: Persamaan: sama sama mengkaji tentang pendidikan islam
Perbedaan:
perbedaan
a. Objek kajian
Ilmu pendidikan islam (IPI):Bagaimana teori-teori pendidikan islam
Filsafat pendidikan islam (FPI):Pendidikan islam secara material
Hakikat pendidiksan islam secara formal

b. Metodologi
IPI:Rasional: yaitu bersumber pada pikiran.rasio dan jiwa manusiaEmpiris: yaitu berdasarkan pengalaman manusia melalui dunia luar yang dapat ditangkap dengan pancaindra
Materialistik, Kuantitatif.
FPI:Spekulatif/komparatif yaitu berfikir secara mendalam dalam keadaan tenang dan sunyi untuk mendapatkan kbenaran tentang hakikatyang dipikirkan
Normatif yaitu mencari dan menetapkan aturan-aturan dalam kehidupan nyata

c. fungsi

IPI:Teoritis atau digunakan sebagai sebuah teori untuk mengkaji pendidikan islam
FPI:Normatif: menetapkan aturan
Diskriptif: mejelaskan dan menggambarkanEvaluatif, dan dapat disebut juga dengan pasukan marinirnya



2. Jelaskan secara ilmiah fungsi dan peranan ilmju pendidikan islam dalam konteks keilmuan pendidikan islam maupun proses penyelenggaraan pendidikan termasuk di dalamnya proses pembelajaran!
Jawab: secara teori ilmu pendidikan islam sebagai disiplin ilmu yang merupakan konsep pendidikan yang mengandung bebagai teori yang dapat dikembangkan dari hipotesa yang bersumber pada alquran dan hadis baik dari segi sistem, proses, maupun produk yang diharapkan.
3. Ilmu pendidikan islam mengandung kesesuaian pandangan dengan teori dalam ilmu pedagogik, terutama yang menyangkut masalah anak didik, pendidik, alat-alat pendidikan dan sebagainya.
Kemukakan contoh spesifik dari tujuan pendidikan islam menurut anda dan bagaimana anda mencapai tujuan tersebut dalam kegiatan pembelajaran!
Jawab: berdasarkan pengertian pendidikan islam yaitu sebuah proses menciptakan manusia seutuhnya, beriman, bertaqwa kepada tuhan yang maha esa serta mampu mewujudkan ekstensinya sebagai khalifah Allah di muka bumi yang berdasarkan ajaran alquran dan assunnah, maka tujuan pendidikan islam menurut saya adalah terciptanya insan kamil setelah proses pembelajaran berakhir.
Adapun cara yang dilakukan agar tujuan tersebut dapat dicapai yaitu dengan mengembangkan beberapa prinsip-prinsip dibawah ini antara lain:
a. prinsip universal: yaitu memberikan perhatian kepada seluruh aspek kehidupan yang mengintari kehidupan manusia baik aspek agama, sosial budaya, masyarakat, ibadah, akhlak, dan muamalah
b. prinsip keseimbangan dan kesederhanaan: yaitu menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi, jasmani dan rohani, kepentingan peribadi dan kepentingan umum dll
c. prinsip kejelasan: prinsip yang memberi kejelasan tentang ajaran dan hukum terhadap aspek spiritual dan inteletual manusia
d. prinsip tidak ada pertentangan: yaitu menghilangkan pertentangan-pertentangan yang mungkin terjadi dalam komponen-komponen yang saling menunjang dan membantu antara satu dan yang lainnya
e. prinsip realisme: yaitu menjunjung tinggi realitas atau kenyataan kehidupan manusia
f. prinsip perubahan: yaitu perubahan jasmaniah, spiritual, intelektual, sosial, psikologis dan nilai-nilai menuju kearah kesempurnaan
g. prinsip menjaga perbedaan antar individu: yaitu consern terhadap perbedaan individu baik dari segi kebutuhan, emosi, tingkat kecerdasan dan mental anak didik
h. prinsip dinamisme: yaitu menerima perbedaan serta perkembangan dalam rangka memperbaharui metode-metode yang terdapat dalam pendidikan agama islam

4. Untuk mencapai tujuan pendidikan islam substansi apa yang harus dikembangkan dalam kurikulum pendidikan islam dan bagaimana cara agar kurikulum pendidikan islam senantiasa memiliki relevansi dengan visi dan misi islam di satu sisi dan berkembang di masyarakat disisi lain?
Jawab: aspek yang harus dikembangkan dalam mencapai tujuan pendidikan agama islam antara lain:
aspek materi
agar materi yang diberikan dapat bermanfaat bagi peserta didik, maka materi tersebut harus sesuai dengan tuntutan zaman, kesempurnaan jiwa anak didik tanpa melupakan esensi dari ajaran islam itu sendiri.
aspek tujuan
dalam mengembangkan kurikulum sangat berkaitan dengan prinsip efektifitas. Dengan semakin banyak tujuan yang harus dicapai, akan mendorong efektifitas proses yang akan dilaksanakan. Harus ada rancangan tentang rencana yang akan dicapai dan tujuan harus jelas dan benar-benar sesuai dengan segala komponen yang berpengaruh terhadap pendidikan itu sendiri
aspek lembaga
secara administratif, lembaga pendidikan islam yang benar-benar menerapkan manajemen pendidikan dengan baik sangat jarang. Salah satu hal yang berkaitan dengan lembaga pendidikan adalah lingkungan pendidikan yang menjadi salah satu sarana seorang anak dapat memperoleh pendidikan dengan baik.
5. kemukakan fungsi dan peran guru dalam pendidikan islam dan kemukakan karakteristik guru yang profesional!
Jawab: fungsi dan peran guru antara lain:
sebagai pengajar (instruksional)
yaitu bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun serta mengakhiri dengan pelaksanaan penilaian setelah perogram dilakukan
sebagai pendidik (edukator)
yaitu mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan dan kepribadian kamil seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia
sebagai pemimpin (managerial)
yaitu memimpin, mengendalikan kepada diri sendiri,peserta didik dan masyarakat yang terkait, terhadap berbagai masalah yang menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, dan partisipasi atas program pendidikan yang dilakukan.
Karakteristik guru profesional:
Dalam hubungannganya dengan keberhasilan dalm mendidik, maka guru harus mampu melaksanakan inspiring teaching, yaitu guru yang melalui kegiatan mengajar yang dapat memberikan ilham. Guru yang baik dalah guru yang mampu menghidupkan gagasan-gagasan yang besar, keinginan yang besar pada murid-muridnya. Kemampuan ini harus dikembangkan, harus ditumbuhkan sedikit demi sedikit. Untuk ini guru harus menyisihkan waktu untuk mencernakan pengalmanyya sehari-hari dan memperluas pengetahuannya secara terus-menerus. Untuk menjadi guru yang baik, disamping mengajar ia harus merenung dan membaca. Untuk itu guru membutuhkan waktu yang cukup.
6. jelaskan model-model pembelajaran kontemporer dan model pembelajaran yang mana yang paling tepat untuk digunakan dalam pendidikan islam!
Jawab:
a. Model diskusi
Yaitu proses yang melibatkan dua individu atau lebih, berintegrasi secara verbal dan saling berhadapan, saling tukar informasi, saling mempertahankan pendapat dan memecahkan sebuah masalah tertentu dan menimbulkan pengertian serta perubahan tingkah laku pada siswa
b. model eksperimen
yaitu suatu model mengajar yang melibatkan murid untuk melakukan percobaan-percobaan pada mata pelajaran tertentu atau sebuah praktek pengajaran yang melibatkan anak didik pada pekerjaan akademis, latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti shalat, puasa, haji, pembangunan masyarakat dan lain-lain.
c. model sosiodrama
yaitu suatu model pembelajaran dimana guru memeberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain model sosiodrama ini adalah model mengajar dengan mendramakan atau memerankan tingkah laku dalm kehidupan sosial.
d. model simulasi
yaitu suatu model pembelajaan untuk memperoleh pemahaman akan hakikat dari suatu konsep atau prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan. Dalam model simulasi ini apa yang didemonstrasikan harus memiliki pesan moral yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa, sehingga pemahaman mereka terhadap kejadian yang diperagakan tidak terhalang oleh apresiasi dan imajinasi anak atau siswa.
e. model demonstrasi
yaitu model mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana jalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada siswa.
f. model kerja kelompok
yaitu penyajian meteri dengan cara pembagian tugas-tugas untuk mempelajari suatu keadaan kelompok belajar yang sudah di tentukan dalam rangka mencapai tujuan
g. model quantum teaching
yaitu model pembelajaran yang sangat tepat digunakan untuk pendidikan islam dan terbukti menghasilkan lulusan pendidikan yang terbina seluruh potensi yang dimilikainya. Model penulisannya bersifat diskriptif analitis yaitu memaparkan permasalahan secara apa adanya berdasarkan sumber-sumber rujukan yang otoritatif dalam bidang pendidikan, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan filsafat pendidikan islam.
Dengan model quantum teaching ini dapat menciptakan lingkunagn belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar. Quantum teaching memiliki lima prinsip. Prinsip ini mempengaruhi seluruh aspek quantum teaching. Yaitu:
a. segalanya berbicara
b.segalanya bertujuan
c. pengalaman sebelum pemberian nama
d.akui setiap usaha
e. jika layak dipelajari maka layak untuk dirayakan
dalam pelaksanaannya quantum teaching melakukan langkah-langkah yang tercermin dalam istilah TANDUR yaitu Tumbuhkan minat dengan memuaskan yaitu apakah manfaat pelajaran tersebut bagi guru dan murid. Alami yaitu ciptakan pengalaman umum yang dapat di mengerti. Namai untuk ini harus menggunakan kata junci rumus atau yang lainnya. Demonstrasikan yaitu sediakan waktu untuk menunjukkan bahwa mereka tahu. Ulangi yaitu tunjukkan kepada siswa cara-cara mengulang materi.
7. kemukakan sedikitnya lima kompomnen dalam sistem pendidikan islam dan persoalan-persoalan apa yang pada umumnya di hadapi oleh madrasah dalam komponen tersebut!
Jawab: komponen dalam pendidikan islam meliputi:
a. pendidik
b. peserta didik
c. kurikulum
d. metode
e. lingkungan
masalah yang sering dihadapi oleh madrasah:
a. masalah politik (forgoten cummunity)
b. masalah budaya meliputi amanah, kerja keras, profesianalisme dan kualitas
c. mesalah keorganisasian (efectif team)
d. masalah rendahnya budaya amal
e. unsur kemodernisasian meliputi: kemandirisan, perencanaan, dan standarisasi
Pada kenyataanya saat ini kemampuan madrasah mencerminkan interaksi antara aspek teoritis (idealis) dan aspek real (empiris). Ketika aspek teoritis pendidikan madrasah dirumuskan dalam batas yang minimal, sebagai upaya menanamkan dan memupuk keimanan dan kesalehan, maka peluang perubahan dan penyesuaian pendidikan madrasah dengan pendidikan nasional sangat terbuka dan longgar. Dalam konteks ini, transformasi pendidikan madrasah dilakukan dengan menjadikan dan mengembangkan lembaga ini sebagai sekolah islam. Yang dalam pengaplikasiannya mata pelajaran umum ditambah dengan mata pelajaran dan latihan keagamaan yang fundamental. Disisi lain, jika madrasah dikonsepsikan dalam batas maksimal sebagai upaya mempersiapkan ahli agama, sebagaimana yang berkembang pada awal zaman sejarah islam maka perubahan lembaga pendidikan madrasah cenderung terbatas kepada aspek instrumental. Dan yang menonjol dalam pendidikan madrasah di indonesia adalah mengembangkan metode, sarana, dan administrasi kurikulum modern yang memungkinkan berkembangnya proses pendidikan agama secara kritis, mendalam, dan aktual.
8. jelaskan model-model kepemimpinan pendidikan dan model kepemimpinan yang bagimana yang paling tepat untuk mengembangkan pendidikan islam yang pada umumnya berkembang dari kecil!
Jawab : Berdasarkan konsep, sifat, sikap, dan cara-cara pemimpin itu melaksanakan dan mengembangkan kegiatan pimpinan dalam lingkungan kerja yang dipimpinnya, maka dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe :
a) Tipe Otoriter (the autocratic style of leadership)
Pada tipe kepemimpinan otoriter, semua kebijaksanaan atau “policy” dasar ditetapkan oleh pemimpin sendiri dan pelaksanaan selanjutnya ditugaskan kepada bawahannya. Semua perintah, pemberian tugas dilakukan tanpa mengadakan konsultasi sebelumnya dengan orange-orang yang dipimpinnya.
Dalam system pendidikan nasional Indonesia dewasa ini contoh-contoh sikap di atas jarang atau hamper tidak terdapat lagi. Bayangkan apabila situasi kepemimpinan pendidikan seperti ini pasti konflik-konflik antara pimpinan dan bawah-bawahan dan antara anggota staf-staf yang bekerja di lembaga itu.
Oleh karena tiu potensi-potensi yang sebenarnya ada dimiliki oleh masing-masing anggota staf kerja tidak terbangkit, tidak tergugah dan tidak tersalursecra bebas dan kreatif.
b) Tipe Laised Faire (laissez-faire style if leadership)
Sebaliknya dari ciri-ciri khas pemimpin yang otokratis maka dalam tipe kepemimpinan “laissez faire” ini, pemimpin memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada setiap anggota staf kerja di dalam tat prosedur dan apa yang akan mereka kerjakan untuk pelaksanaan tugas jabatan-jabatan mereka. Mereka mengambil keputusan-keputusan, penetapan prosedur-prosedur kerja, menetapkan dengan siap saja yang ia hendak bekerja sama. Pendek kata garis kebijaksanaan dan keputusan-keputusan tentang metode, program kerja, dalam penetapannya menjadi hak sepenuhnya dari pada anggota kelompok atau staf lembaga pendidikan itu.
c) Tipe Demokratis (democratic style of leadership)
Tipe ini mempertemukan prinsip dan prosedur yang sangat kontras dai dua tipe di atas. Kepemimpinan pendidikan yang demokratis mengambil manfaat dari peranan aktif dan menentukan dari pada si pemimpin yang sangat ditonjolkan di dalam tipe otoriter, dan menarik faedah sebesar-besarnya dari partisfasi aktif seta kebebasan anggota staf kerja yang sangat berlebihan pada tipe laissez faire.
Dalam suasana keraj kepemimpinan yang demokratis sebagian besar atau hamper seluruh “policy” dan keputusan-keputusan penting berasal dari dan disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan situasi kelompok, di mana pemimpin bersama-sama dengan anggota kelompok ambil bagian secara aktif di dalam perumusan dan penetapan policy umum, keputusan-keputusan penting dan program lembaga kerja itu.
Model kepemimpinan yang baik diterapkan dalam mengembangkan pendidikan islam adalah model kepemimpinan yang demokratis karena model ini tidak memaksakan sesuatu dan semuanya keputusan diambil dari peran aktif dan keputusan bersama/ kelompok
9. jelaskan bagaimana budaya dan proses organisasi pendidikan yang efektif dan produktif!
Jawab: budya dan proses organisasi yang efektif harus memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut
a. relevance: yaitu keterkaitan antara tujuan dan mampu menghasilkan lulusan dan keluaran program pendidikan yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan penggunaan lulusan yang sesuai dengan visi dan misi islam
b.academic atmospher: yaitu iklim pembelajaran yang mudak melakukan interaksi
c. substamability: yaitu keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan
d.eficiency: yaitu pemanfaatan sumber daya secara efectif untuk meningkatkan mutu
e. educational
10. kemukakan harapan dan cita-cita gagasan anda untuk kemajuan pendidikan islam!
Jawab: harapan dan cita-cita saya agar pendidikan islam maju yaitu :
pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di indonesia selaras dan sesuai dengan kegiatan dakwah islamiyah. Pendidikan islam di indonesia dapat berperan sebagai emdiator dimana ajaran islam dapat di sosialisasikan kepada berbagai kalangan masyarakat dan berbagai tingkatannya. Melalui pendidikan islam masyarakat dapat memahami, menghayati serta mengamalkan ajaran islam sesuai sengan tuntunan al-qur’an dan as-sunnah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar